Sistem Kekebalan Tubuh Pada Manusia

Leave a comment

March 7, 2013 by Johar Manik


Akhir-akhir ini banyak diiklankan berbagai produk baik berbentuk suplemen vitamin dan mineral, suplemen makanan atau berbagai bahan tradisional yang diklaim dapat meningkatkan kekebalan tubuh melawan berbagai macam penyakit. Sebagian ada benarnya tetapi sebagian besar tidak rasional. Oleh karena itu ada baiknya kita memahami apa yang disebut kekebalan tubuh pada manusia yang akan diuraikan secara ringkas pada tulisan ini.

Sistem kekebalan tubuh dalam bahasa kedokteran disebut imunitas dan ilmu yang mempelajari sistem kekebalan tubuh ini disebut imunologi. Sistem kekebalan tubuh yang sempurna dapat mencegah berbagai macam organ termasuk saluran nafas dari berbagai macam infeksi.

Pembagian sistem kekebalan tubuh manusia

Setiap makhluk yang lahir dibekali suatu sistem kekebalan tubuh oleh Sang Pencipta baik dari makhluk yang sangat sederhana yaitu binatang bersel satu seperti amuba sampai makhluk yang paling sempurna seperti manusia. Tingkat kekebalan tubuh juga bervariasi dari yang sangat sederhana sampai bentuk kekebalan yang kompleks seperti pada manusia.Secara garis besar sistem kekebalan tubuh manusia dibagi 2 jenis yaitu :

  1. Kekebalan tubuh yang tidak spesifik, Disebut tidak spesifik karena sistem kekebalan tubuh ini ditujukan untuk menangkal masuknya segala macam zat dari luar yang asing bagi tubuh yang dapat menimbulkan kerusakan tubuh/ penyakit seperti  berbagai macam bakteri, virus,  parasit atau zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Termasuk sistem kekebalan atau pertahanan tubuh yang tidak spesifik ini misalnya pertahanan fisik (kulit, selaput lendir), kimiawi (enzim, keasaman lambung), mekanik (gerakan usus, rambut getar selaput lendir), fagositosis (penelanan kuman/zat asing oleh sel darah putih) serta zat komplemen yang berfungsi pada berbagai proses pemusnahan kuman/zat  asing. Kerusakan pada sistem pertahanan ini akan memudahkan masuknya kuman/zat asing ke dalam tubuh. Misalnya kulit yang luka, gangguan keasaman lambung, gangguan gerakan usus atau gangguan proses penelanan kuman/ zat asing oleh sel darah putih (sel leukosit).
  2. Kekebalan tubuh spesifik, Bila masuknya kuman/zat asing tidak dapat ditangkal oleh daya tahan tubuh  yang tidak spesifik seperti yang telah dijelaskan di atas, maka diperlukan sistem kekebalan tubuh dengan tingkat yang lebih tinggi atau spesifik untuk mencegah masuknya kuman- kuman tertentu yang lolos dari pertahanan tubuh yang tidak spesifik. Ada 2 jenis kekebalan tubuh yang berperan pada kekebalan yang spesifik ini yaitu kekebalan selular dan kekebalan humoral. Kekebalan ini hanya berperan pada kuman/zat asing yang sudah dikenal artinya bila jenis kuman/zat asing tersebut sudah lebih dari satu kali masuk ke dalam  tubuh manusia.

 

Sel-sel yang berperan pada sistem kekebalan tubuh

  1. Sel limfosit, Ada 2 jenis sel limfosit yaitu sel limfosit T dan sel limfosit B. Sel limfosit mempunyai peran pada kekebalan terutama terhadap infeksi yang menyerang ke dalam sel tubuh. Sel limfosit T4 (CD4) atau sering disebut sebagai sel limfosit T helper mempunyai peran utama dalam mengatur reaksi kekebalan tubuh. Pada penyakit AIDS sel ini rusak karena virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan rontoknya sistem kekebalan tubuh manusia. Sel limfosit T8 (CD8) yang juga disebut sel T supressor mempunyai peran dalam menekan sistem kekebalan tubuh yang berlebihan supaya tidak merusak tubuh sendiri. Sel limfosit B mempunyai peran dalam pembentukan antibodi yang dalam pembentukannya diatur oleh  sel limfosit T. Selain sel limfosit T dan sel limfosit B ada jenis di antaranya yaitu sel limfosit non T dan non B yang disebut sel Natural Killer (sel pembunuh jasad renik alami).
  2. Sel fagosit (sel penghancur jasad renik/mikroba), Sel ini berfungsi mengancurkan mikroba yang menyerang tubuh kita. Ada beberapa jenis sel fagosit yaitu sel leukosit berinti banyak, sel eosinofil serta sel monosit/makrofag. Sel eosinofil mempunyai peran terutama dalam penghancuran parasit (misalnya cacing) serta peran dalam reaksi alergi.
  3. Sel basofil dan sel mast, Sel-sel ini mengandung zat histamin dll. yang bila sel ini pecah zat ini akan dikeluarkan dan menimbulkan gejala alergi pada organ tubuh misalnya kulit (biduran, eksim ), saluran napas (asma), mata (radang mata alergi), hidung (pilek alergi), saluran cerna (diare). Pecahnya sel-sel tersebut disebabkan masuknya zat penyebab alergi(alergen) misalnya makanan (seafood, susu sapi, telur dll.), tungau debu rumah atau pengaruh  lingkungan (udara dingin, panas dll).

Komponen sistem kekebalan tubuh

Secara garis besar komponen sistem kekebalan tubuh terdiri atas:

  1. Sistem kekebalan humoral, Sistem kekebalan ini terdiri dari 5 jenis antibodi (imunoglobulin) yaitu  imunoglobulin  M, G,A, E dan  D.
    1. Imunoglobulin M: Antibodi ini berperan pada reaksi kekebalan awal misalnya terhadap penyakit infeksi tahap awal. Antibodi ini tidak dapat ditransfer dari ibu ke janin melalui plasenta (ari-ari).
    2. Imunoglobulin G : Berperan pada reaksi kekebalan sekunder (lanjutan).
    3. Imunoglobulin A :Terdapat pada permukaan selaput lendir misalnya saluran cerna atau         saluran napas. Berfungsi menangkal masuknya kuman atau zat berbahaya lain dari luar  yang masuk melalui saluran tersebut.
    4. Imunoglobulin E :Imunoglobulin ini menempel pada sel mast (lihat di atas) yang bila berikatan dengan zat asing akan menyebabkan pecahnya sel mast, yang mempunyai fungsi untuk menimbulkan reaksi peradangan yang bertujuan untuk memusnahkan kuman atau zat berbahaya dari luar. Pada penderita yang sensitive, reaksi ini berlebihan yang disebut reaksi alergi yang menimbulkan gejala alergi di berbagai organ tubuh misalnya gejala asma di paru, eksim di kulit dan lain-lain. Imunoglobulin ini juga berperan dalam pemusnahan penyakit parasit lain   bekerjasama dengan sel eosinofil (lihat di atas).
    5. Imunoglobulin D : Kadarnya sangat kecil dan fungsinya belum jelas.
    6. Sistem kekebalan selular (Imunitas selular), Diperankan oleh sel limfosit T dan sel monosit/makrofag. Untuk    melaksanakan fungsinya, sel kekebalan akan berhubungan satu sama lain (kontak antar sel) melalui zat yang disebut sitokin yang diproduksi oleh sel terkait. Dalam mekanisme pertahanan tubuh, kekebalan selular ini berperan pada  infeksi kronik terutama infeksi kuman yang berada dalam sel misalnya tbc, virus serta infeksi parasit misalnya infeksi jamur dan lain-lain.
    7. Proses fagositosis, Telah disebutkan di atas, yang dimaksud dengan proses fagositosis adalah proses penghancuran mikroorganisme oleh sel leukosit (sel darah putih). Proses ini melalui 3 tahap, yaitu dimulai dengan bergeraknya sel leukosit ke tempat kuman berada, pengikatan kuman oleh antibodi, serta pengeluaran enzim oleh leukosit untuk menghancurkan kuman yang sudah ditelan. Bila salah satu tahap ini terganggu, maka manusia akan mudah terkena penyakit karena kegagalan pemusnahan kuman tersebut.
    8. Sistem komplemen, Sistem ini mempunyai peran memperkuat pertahanan tubuh spesifik dan non spesifik yang telah disebutkan di atas.

Gangguan kekebalan tubuh

Gangguan sistem kekebalan tubuh dibagi 2 yaitu :

  1. Gangguan kekebalan primer, Penyebabnya tidak diketahui dan telah ada sejak lahir
  2. Gangguan kekebalan sekunder, Disebabkan oleh faktor lain misalnya infeksi (AIDS, campak dan lain-lain), gizi  buruk serta penyakit ganas misalnya kanker, leukemia , obat-obatan misalnya    obat yang mengandung hormon kortikosteroid , obat untuk kanker dan lain-lain.

Faktor- faktor yang mempengaruhi kekebalan tubuh :

  1. Infeksi, Pada penderita infeksi berat dapat mengalami gangguan kekebalan tubuh sehingga sering menderita komplikasi infeksi lain. Misalnya penderita infeksi berat yang dirawat di ICU.
  2. Penyakit ganas, Penyakit ganas misalnya kanker dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga mudah mendapat komplikasi infeksi
  3. Obat-obatan, Beberapa jenis obat-obatan dapat menekan sistem kekebalan tubuh seperti golongan kostikosteroid misalnya penggunaan prednison jangka panjang, obat anti kanker dan lain-lain. Oleh karena itu bagi penderita yang mendapat obat-obat tersebut perlu pengawasan yang baik supaya tidak terjadi komplikasi infeksi.
  4. Gangguan gizi, Seseorang  yang mengalami kekurangan gizi (protein, vitamin dan mineral) akan mengalami gangguan kekebalan tubuh karena zat-zat tersebut sangat diperlukan pada system kekebalan tubuh. Protein merupakan zat pembentuk imunoglobulin, komplemen serta sel-sel kekebalan tubuh dan lain-lain. Beberapa jenis vitamin terutama vitamin A dan retinoid berperan pada kekebalan tubuh humoral maupun selular. Vitamin C berperan pada proses fagositosis sedangkan vitamin E berperan pada kekebalan selular serta pembentukan antibody. Vitamin A, vitamin C serta vitamin E mempunyai efek antioksidan yang dapat mencegah atau mengurangi pembentukan zat radikal bebas dalam tubuh yang dapat mengganggu system kekebalan tubuh. Beberapa jenis mineral diperlukan dalam fungsi kekebalan tubuh. Seng (zinc) berperan pada fungsi limfosit serta fagositosis. Zat tembaga (cuprum) berperan pada proses fagositosis serta fungsi limfosit T. Dilain pihak zat besi yang berlebihan dapat dimanfaatkan oleh bakteri untuk memperbanyak diri. Untuk mencegah ini, pemberian zat laktoferin dapat mengikat kelebihan zat besi sehingga tidak dipakai oleh bakteri untuk memperbanyak diri.
  5. Usia, Pada usia muda (bayi atau balita) , sistem kekebalan tubuh belum sempurna, sedangkan usia tua, system kekebalan tubuhnya mulai menurun sehingga kedua kelompok usia tersebut sangat rentan terhadap infeksi.

Pengobatan gangguan kekebalan tubuh

Bila sudah terjadi gangguan kekebalan tubuh, maka dokter akan memberikan pengobatan melalui beberapa cara yaitu:

  1. Isolasi penderita supaya tidak mudah ketularan penyakit infeksi
  2. Suplementasi dengan pemberian gamaglobulin (antibodi dari luar)
  3. Obat-obat yang merangsang system kekebalan tubuh.

Reaksi alergi

Reaksi alergi sebetulnya adalah juga suatu reaksi kekebalan tubuh tetapi menyimpang sehingga malah menyebabkan penyakit pada yang bersangkutan yang disebut penyakit alergi. Gejala alergi dapat mengenai berbagai organ tubuh misalnya hidung (pilek), saluran nafas bawah (asma), kulit(eksim), saluran cerna(diare) dan lain-lain. Sifat alergi ini biasanya diturunkan oleh orangtuanya. Beberapa zat dapat mencetuskan terjadinya reaksi alergi misalnya makanan, debu rumah serta tungaunya, bulu binatang dan lain-lain. Pencetus alergi yang disebut allergen ini akan berikatan dengan imunoglobulin E yang menempel pada sel mast, selanjutnya terjadi pecahnya sel mast yang menyebabkan keluarnya

beberapa zat misalnya histamin yang menimbulkan gejala alergi di berbagai organ (lihat di atas). Untuk penanganan gejala alergi ini ialah menghindari penyebabnya serta pemberian obat misalnya antihistamin.

Beberapa cara untuk mempertahankan kekebalan tubuh kita

Telah disebutkan ada beberapa factor yang berpengaruh terhadap kekebalan tubuh kita. Ada beberapa cara untuk mempertahankan kekebalan tubuh kita supaya selalu prima yaitu:

  1. Pencegahan infeksi, Untuk mencegah terjadinya infeksi ialah dengan menjaga kebugaran tubuh kita dengan cara hidup yang baik serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan, olahraga dan istirahat yang cukup dan teratur , rekreasi yang sehat serta imunisasi teratur dan lengkap khususnya pada anak.
  2. Pencegahan penyakit ganas, Sampai saat ini penyebab terjadinya kanker belum diketahui dengan pasti. Yang dapat diusahakan saat ini ialah dengan cara hidup yang baik dengan mengkonsumsi makanan alami yang segar, menghindari zat-zat kimia sedapat mungkin, menghindari radiasi  yang berlebihan dan sebagainya.
  3. Hindari obat-obatan tertentu seperti yang disebutkan di atas kecuali dengan resep/pengawasan dokter.
  4. Gangguan gizi, Untuk mencegah terjadinya gangguan gizi, makanlah dengan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi seimbang terutama pada anak yang sedang tumbuh.
  5. Pada anak usia muda (bayi dan balita) serta orang usia tua, hindarkanlah kontak dengan seseorang yang menderita infeksi supaya tidak mudah tertular.

Kesimpulan

Uraian mengenai sistem kekebalan tubuh di atas belumlah diuraikan seluruhnya secara rinci. Dari uraian di atas jelaslah bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna.  Oleh Sang Pencipta manusia dibekali sistem kekebalan yang sangat sempurna, yang kompleks dan rumit. Sampai saat ini belum semua ilmu mengenai kekebalan tubuh manusia diketahui seluruhnya sehingga tidak semua gangguan kekebalan tubuh dapat diobati. Oleh karena karena itu, upaya pencegahan adalah pilihan utama sehingga kita tidak mengalami gangguan kekebalan tubuh seperti di atas sehingga dapat hidup sehat sejahtera bermanfaat bagi kehidupan ummat manusia.

 

Disadur dari Tulisan Dr. Zakiudin Munasir SpAK

Spesialis anak, Konsultan Alergi-Imunologi

Room For Children

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 23 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: