Penyakit Kawasaki…… .Bruuuuuuuuum…(hehehehe)
1June 12, 2012 by Johar Manik
Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang relatif baru dikenal oleh sebagian besar masyarakat, sebagiannya lagi tidak mengetahui sama sekali perihal penyakit ini. Gejala klinis dan tanda2 penyakit yang mirip dengan penyakit lain seperti campak, campak jerman, alergi obat maupun penyakit Tangan Kaki dan Mulut (HFM Disease) membuat penyakit ini tidak terdeteksi secara dini (under diagnosis). Penanganan awal penyakit ini sangat menentukan, sebab bila penyakit ini berlanjut tanpa pengobatan yang tepat akan menimbulkan komplikasi pada jantung berupa pelebaran (aneurisma) pembuluh darah koroner yang diikuti dengan trombosis dan stenosis arteri koroner. Akibat adanya trombus yang menyumbat atau pembuluh koroner yang menyempit (stenosis) anak bisa mendapat serangan jantung atau infark miokard yang berakhir dengan kematian.
Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh seorang dokter anak di Jepang, namanya Dr Tomisaku Kawasaki yang melaporkan pertama kali penyakit ini pada tahun 1967. Sejak saat itu penyakit ini paling banyak ditemukan di Jepang. Di Amerika ditemukan pada semua ras dan etnik, tetapi memang paling banyak pada keturunan Asia (Jepang, China dan Korea). Di Indonesia belakangan sudah mulai banyak ditemukan penyakit ini, tapi sangat mungkin angka kejadian penyakit ini sebenarnya lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak terdiagnosis sebagai Penyakit Kawasaki. Sehubungan dengan dampak jangka penjang penyakit ini yang dapat berakibat fatal, tulisan ini diharapkan membuat orang tua waspada terhadap penyakit ini.
Apa penyakit Kawasaki itu ?
Penyakit Kawasaki (selanjutnya disebut PK) merupakan penyakit yang ‘tidak biasa’ yang didasari adanya peradangan pembuluh darah atau vaskulitis. Gejalanya hampir mirip dengan penyakit lain yang disertai gejala rash (exanthema) seperti campak, campak jerman, alergi obat dsb. Pada jangka pendek, penyakit ini tidak berdampak serius, tapi dampak jangka panjang berupa komplikasi pada jantung berupa kelainan/kerusakan arteri koroner (pada 20-40 % kasus). Penyakit ini utamanya menyerang pada anak dibawah usia 5 tahun, dilaporkan anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan. Penyakit ini dapat mengenai semua ras dan etnik, tapi dilaporkan ras Asia lebih banyak yang terkena khususnya Jepang, Cina dan Korea.
Penyakit Kawasaki dibagi atas 3 fase : akut (hari 0-10), subakut (hari 11-25) dan konvalens (hari > 25). Fase konvalens diistilahkan sebagai fase penyembuhan, tapi bila seorang anak masuk fase ini tanpa penanganan yang memadai, justru anak tsb beresiko mendapat komplikasi pada jantung atau sistim kardiovaskulernya.
Apa penyebab penyakit ini ?
Hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Banyak peneliti yang berpendapat mungkin akibat infeksi baik virus maupub bakteri. Terdapat kecenderungan ke arah faktor herediter (keturunan) sehingga banyak ditemukan pada orang-orang keturunan Jepang. Sampai saat ini tidak ada bukti kalau penyakit ini dapat menular.
Apa tanda dan gejala penyakit Kawasaki ?
Pada awalnya anak demam dan rewel, demam timbul cepat naik-turun disertai kelenjar getah bening disalah satu leher membengkak. Demam dapat berlangsung sampai 3 minggu yang tidak berespon dengan pemberian berbagai antibiotik. Ruam atau bercak merah timbul pada fase awal penyakit, warnanya merah terang, dapat berbatas tegas dengan berbagai ukuran (polimorf), beberapa ruam menyatu menjadi besar. Pada mata didapat mata merah (injeksi konjuktiva) tanpa disertai keluar kotoran. Lidah menjadi merah (stawberry tongue), juga bibir dan mulut menjadi lebih merah. Bibir juga tampak pecah2.
Telapak tangan dan telapak kaki menjadi merah (palmar eritema), dapat disertai pembangkakan jari tangan maupun kaki. Kadang terjadi juga kaku kuduk. Akibat dari berbagai gejala tersebut anak menjadi rewel dan merasa tidak nyaman.
Saat demam reda, ruam kulit, mata merah dan pembesaran kelenjar getah bening turut menghilang. Kulit mulai mengeluas pada jari tangan dan kaki, biasanya pada minggu ke 3. Pada saat yang bersamaan lutut, pinggul dan mata kaki meradang dan nyeri. Nyeri sendi dan radang sendi dapat menetap walau gejala yang lain sudah menghilang. Pada fase ‘penyembuhan’ ini timbul garis melintang di kuku jari tangan dan jari kaki yang berlangsung selama beberapa bulan sampai kuku tersebut menghilang.
Pada beberapa pasien dapat ditemukan gejala lain yang menyertai gejala utama, antara lain : gejala gastrointestinal (diare, muntah, ikterus ringan, peningkatan enzim transminase), respiratorik (batuk-pilek dan bercak infiltrat pada foto Thorax). Pada pasien yang tidak tertangani secara dini, pasien dapat datang dengan keluhan kardiovaskuker (jantung dan pembuluh darah) seperti nyeri dada (angina pektoris) atau serangan jantung (infark miokard)
Selain gejala utama tadi, adakah hal lain lewat pemeriksaan diagnostik yang dapat menunjang diagnosis penyakit ini ?
Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendukung diagnosis antara lain : pemeriksaan EKG, ekokardiografi, lab darah dan urin. Pada EKG bisa didapatkan hasil perubahan gambaran EKG, pada ekokardiografi didapat gambaran aneurisma koroner, kontraktilitas jantung berkurang, kelainan katup jantung dsb. Pada lab darah : didapat anemia ringan, laju endap darah meningkat, lekositosis, trombositosis, albumin darah yang menurun (hipoalbuminemia). Lab urin bisa didapatkan protein dalam urin (proteinuria) dan lekosit dalam urin (lekosituria) yang meningkat.
Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini ?
Kalangan dokter anak menggunakan kriteria diagnostik utama pada PK sbb :
Demam minimal 5 hari.
Eksantema polimorf (rash atau ruam pada kulit dengan berbagai ukuran)
Injeksi konjunktiva bilateral ( kedua mata merah) tanpa ada eksudat (kotoran)
Kelainan pada bibir dan rongga mulut : lidah stroberi, rongga mulut merah, bibir merah dan pecah2.
Kelainan pada tangan dan kaki : Pada fase akut didapat edema (bengkak) pada jari tangan dan kaki, eritema (kemerahan) pada telapak tangan dan kaki. Pada fase subakut dan konvalesen ditemukan deskuamasi (kulit ari yang mengelupas).
Limfadenitis servikal (radang/pembengkakan kelenjar getah bening daerah leher) salah satu sisi (unilateral) dengan diameter > 1,5 cm.
Diagnosis PK dapat ditegakkan bila ditemukan gejala demam ditambah 4 dari 5 kriteria yang lain. Bila ditemukan kelainan arteri koroner pada EKG maupun ekokardiografi, hal ini bersifat diagnostik walau dijumpai kurang dari 4 kriteria utama tadi, selain kriteria demam. Pada kasus yang memenuhi kriteria diagnostik tadi, ekokardiografi dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan pada jantung.
Bagaimana penanganan (tata laksana) anak dengan PK ?
Beberapa hal utama dalam penanganan anak dg PK :
Semua anak dgn PK harus dirawat dan dilakukan pemeriksaan ekokardiografi oleh dr jantung anak atau dokter jantung.
Pemberian imunoglobulin manusia (gamaglobulin) diberikan lewat infus intra vena (drip) dalam 12 jam. Terbaik diberikan pada hari ke 5-7 sakit, ditoleransi sampai hari ke 10 sakit. Imunoglobulin ini paling efektif dalam mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan arteri koroner
Asam asetil salisilat diberikan selama 6-8 minggu jika tidak ditemukan kelainan pembuluh darah jantung, bila ada kelainan pembuluh darah jantung harus terus diteruskan sempai pembuluh koroner normal.
Pada penderita dengan stenosis (penyempitan) koroner yang berat dipertimbangkan untuk tindakan bedah pintas koroner.
Apa yang hendaknya harus kita ingat ?
Berhubung gambaran penyakit ini mirip dengan penyakit lain seperti campak, campak jerman, alergi obat, gondongan dsb, hendaknya kita semua waspada pada anak dengan gejala2 atau tanda Penyakit Kawasaki seperti yang disebutkan diatas. Pemberian imunoglobulin pada saat yang tepat (paling tidak dibawah hari sakit ke 10, yang ideal hari ke5-7 mencegah anak dengan PK mendapat komplikasi pada jantungnya. Pengobatan dengan imunoglobulin ‘terkendala’ dengan harganya yang lumayan mahal ( kebutuhan pengobatannya 2 gram/kgBB, sementara harga di pasaran 1 gr Imunoglobulin sekitar 1 juta rupiah). Hanya saja dengan memperhitungkan komplikasi berat dari PK, maka biaya yang dikeluarkan untuk pembelian Imunoglobulin kalau dibilang mahal adalah relatif.
Ada 2 kata kunci : demam dan ada ruam pada anak harus dipikirkan kemungkinan PK selain penyakit yang lain. Segera bawa ke dokter atau dokter anak bila anak demam dan dijumpai rash atau ruam pada badannya, apalagi kalau kita selaku orang tuanya menjumpai gejala atau tanda PK.
Sumber : Materi Round Table Discussion (RTD) Tata laksana Penyakit Kawasaki dgn pembicara utama Dr Najib Advani SpA(K) dan Dr Renny SpA(K), Hotel Shantika Malang, 6 Mei 2012 dan sumber2 lain.
Copas langsung dari Room For Childern, http://www.facebook.com
Info yg sangat berguna , jadi tambah pengetahuan ane, salam kenal….