Majelis ke Dua Puluh Tiga

1

November 6, 2011 by Johar Manik


Tulisan berseri dan yang berikutnya akan dimuat dibawah ini merupakan bagian dari tulisan Dr.Adil  bin Ali asy-Syafi,  dosen tafsir dan ilmu-ilmu al-Qur`an King Saud Universitas yang diterjemahkan oleh Muhammad Iqbal Ghazali, Ma dengan editor Eko Abu Ziyad dan Team Islamhouse yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah tahun 1430 H/2009 M dan tulisan ini Ane peroleh dari www.islamhouse.com

Ane berharap tulisan ini lebih bisa membuat kita semua merenungi diri mencapai kebaikan. Kepada kawan sekalian, Ane persilakan untuk mengapresiasi.

Majelis ke Dua Puluh Tiga

Hijrah ke Madinah

 

Tatkala gangguan terhadap para sahabat Nabi bertambah berat, Rasulullah  mengijinkan kepada mereka untuk hijrah ke Madinah. Dan Nabi  sungguh merasa tenang bahwa dakwah telah tersebar di kota Madinah, dan sesungguhnya ia sudah siap untuk menerima kaum Muhajirin.

Maka kaum mukminin segera hijrah ke Madinah dan keluar bergelombang, sebagian mereka mengikuti yang lain.

Tinggallah Nabi , dan bersamanya ada Abu Bakar t dan Ali t, demikian pula orang-orang yang ditahan oleh kaum musyrikin secara paksa.

Kaum musyrikin mengetahui bahwa para sahabat Nabi  telah pergi ke negeri yang kuat. Maka mereka merasa khawatir tersebarnya agama ini dan mereka sepakat untuk membunuh Rasulullah .

Dan apa yang mereka rencanakan untuk membunuh Nabi , Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya  tentang tipu daya yang mereka rencanakan, dan Dia I menyuruhnya hijrah dan menyusul kaum mukminin yang lebih dahulu hijrah, dan bahwa ia jangan tidur di tempat tidurnya pada malam itu.

Nabi  meminta Ali t agar tidur di tempat tidurnya dan memakai selimutnya, dan menyuruhnya agar menunaikan darinya titipan-titipan manusia. Maka Ali t melaksanakan perintah dan tidur di kasur Nabi , sedangkan pedang-pedang sudah terhunus di belakang pintu.

Dan Rasulullah  keluar di antara orang-orang yang ingin membunuhnya, akan tetapi Allah membutakan padangan mata mereka, dan untuk mengalahkan mereka, Nabi  menaburkan tanah di atas kepala mereka. kemudian dia  pergi ke rumah temannya Abu Bakar t dan keduanya segera keluar di malam hari.

Nabi  dan Abu Bakar t pergi hingga sampai gua Tsur dan tinggal di dalam gua itu sehingga berkurang pencarian terhadap keduanya.

Adapun kaum Quraisy, kemarahan mereka meluap-luap saat mengetahui rusaknya tipu daya mereka dan gagalnya rencana mereka. Maka mereka mengutus para pencari dari segala penjuru dan memberikan janji bagi siapa yang datang dengan Nabi  atau menunjukkan atasnya dengan upah seratus ekor unta. Sungguh pencarian itu telah menyampaikan mereka ke pintu gua tersebut dan mereka berdiri di sisinya, kecuali Allah memalingkan mereka darinya dan menjaga nabi-Nya dari tipu daya mereka. Abu Bakar t berkata, ‘Wahai Rasulullah, jikalau salah seorang dari mereka melihat ke tempat dua kakinya niscaya ia bisa melihat kita.’ Maka Rasulullah  menjawabnya: “Apakah dugaanmu dengan dua orang yang Allah adalah yang ketiga dari keduanya?’ (HR. al-Bukhari).

Setelah tiga malam, datanglah penunjuk jalan yang telah disewa oleh keduanya sebelumnya dengan membawa dua tunggangan, menurut rencana yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian mereka menuju Madinah.

Di tengah jalan, Nabi  melewati kemah Ummu Ma’bad al-Khuza’iyah, ia pun mendapatkan berkah dari beliau  pada kambing miliknya. Kambing itu tidak mempunyai susu setetes pun. Beliau pun minta ijin untuk memerahnya. Maka menjadi penuhlah susunya, lalu beliau  memberikan minuman kepadanya dan orang yang bersamanya. Kemudian beliau  minum, kemudian beliau  memerah lagi susunya yang kedua kali, memenuhi isinya dan beliau  berangkat.

Suraqah bin Malik mendengar bahwa Nabi  melewati jalan pesisir, dan dia ingin mendapat hadiah. Maka ia menunggang kudanya dan mengambil tombaknya, dan langsung pergi mencari mereka. Maka tatkala ia sudah dekat dari mereka, Nabi  berdoa, maka terbenamlah kedua tangan kudanya di bumi. Ia pun menyadari bahwa itu terjadi karena doa Nabi  dan sesungguhnya ia  dijaga. Maka ia memanggil untuk mendapatkan keamanan dan berjanji kepada Nabi  bahwa ia akan menghentikan pencarian terhadap beliau. Maka Nabi  mendoakan untuknya, maka bebaslah kedua kaki kudanya. Lalu ia pulang dan mulai menyesatkan manusia dari pencarian pada arah yang dijalani Rasulullah .

Kaum Anshar setiap hari pergi ke pintu masuk kota Madinah menantikan kedatangan Nabi , kemudian mereka kembali ke rumah mereka saat panas matahari mulai menyengat. Maka tatkala pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal di tahun ke 13 dari kenabian, seseorang berteriak  dengan kedatangan Rasulullah , lalu kedengaranlah teriakan dan suara takbir di setiap tempat dan semua orang keluar untuk menyambut kedatangan Rasulullah .

Nabi  singgah di Quba dan membangun masjid Quba, ia adalah permulaan masjid yang dibangun di masa Islam.

Kemudian Rasulullah  keluar dari Quba setelah tinggal beberapa hari di sana. Dan di tengah jalan, sampai waktu shalat Jum’at, maka beliau  melaksanakannya bersama kaum muslimin yang bersamanya. Ia adalah permulaan shalat Jum’at yang dilaksanakan Nabi . Dan setelah shalat, Nabi  memasuki kota Madinah dari arah sebelah Selatan. Dan sejak hari itulah namanya menjadi Madinah an-Nabi  (kota Nabi ). Sungguh merata perasaan senang dan bahagia meliputi penduduk kota Madinah dengan kedatangan Nabi . Dan dengan hal itu, Islam mempunyai negara yang kuat, bertolak darinya untuk menyampaikan risalah Allah ke Timur dan Barat bumi.

One thought on “Majelis ke Dua Puluh Tiga

  1. kang nur says:

    Sirah Nabawiyah, kisah nabi Muhammad yang begitu hebat dan luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: